Kamis, 21 April 2016

All because in love

  Rindu menguras hari-hariku. Rindu membasahi dasar pipiku. Bibir tak mampu berkata bahwa, “Aku Merindukan Dia”. Mulutku mampu untuk selalu berucap untuk menghilangkan rasa itu, belajar untuk melupakannya. Tetapi, kenyataannya dia semakin dekat. Apa yang harus ku lakukan? Seandainya rindu ini tak terbelenggu, tak kan ada air mata yang terjatuh. Inikah rasa sayang yang berubah menjadi cinta? Cinta yang tumbuh dengan sendirinya. Cinta yang tak akan terbalas. Bahkan cinta dalam diam. Bila benar rasa sayang itu berubah menjadi cinta. Biarkan aku untuk tetap mencintainya dalam diam.
      Izinkan aku untuk mencintaimu dalam hati. Mungkin apa yang kini ku rasakan akan membuat hatiku pilu. Namun, aku akan selalu berdiri tegak dengan tumpuan kedua kakiku dan aku akan selalu kuat dengan genggaman tanganku yang erat. Proses perjalanan cinta yang harus ku lewati, ku lewati dengan ketegaran. Setelah rasa itu hadir, dia seakan menghilang dan menjauh dari sisiku. Apa mungkin ini atas doa yang telah ku panjatkan? memang iya, aku berdoa pada Tuhan, memohon petunjuk daripadanya akan apa yang aku rasakan saat ini pada Kak Al. Tetapi, bila ini semua petunjuk dariNya, berarti di balik rasa sayangku pada Kak Al. Aku harus melalui tahap ini. Tahap dimana aku diberi petunjuk dengan cara menjauhkan Kak Al dari sisiku.
      Langit-langit kamar yang selalu melihat isak tangisku karena rindu. Hati yang seakan teguh bagaikan batu karang, kini telah rapuh oleh api asmara. Jika memang ini yang terbaik, bantu aku untuk melupakan rasa ini. Bantu aku untuk membencimu dan bantu aku untuk tetap tersenyum di balik tangisku. Diriku lemah karena sayangku padamu. Hari-hariku terasa hampa oleh rindu yang terbelenggu. Dulu, saat dirimu mengatakan, “Kangen iya..” Sebenarnya diriku tak kangen denganmu, tapi aku rindu padamu. Rindu mendengar tawamu, melihat senyumanmu, dan rindu dengan ledekan-ledekan yang dulu terlontar dari bibirmu. Namun, saat itu diriku dikuasai oleh rasa gengsi yang gede. Rasa gengsi yang ujungnya merugikan diriku sendiri.
Jujur? Lima huruf dalam satu kata yang mengandung banyak makna dan arti yang dapat diutarakan perseorangan akan kata tersebut. Jujur merupakan suatu sikap atas suatu tindakan yang menguntungkan dan merugikan. Terlalu jujur akan membuat sekeliling kita dihina, dicemooh bahkan dijauhi. Berlaku jujur akan sesuatu kepada orang lain akan membawakan ketenangan hati yang lebih damai. Begitulah, makanya di saat seperti ini banyak dari berbagai insan belajar memberanikan diri untuk menyampaikan perasaannya kepada orang yang disayang. Tetapi, hanya beberapa insan saja yang mampu berkata jujur atas perasaannya. Berbeda denganku, yang lebih memilih diam, serta berbohong akan rasa itu pada diriku sendiri. Memilih untuk diam dan membohongi perasaan bukan berarti tak ada rasa peduli pada orang yang kita sayang. Justru, rasa peduli itu selalu ada buat dia.
Meskipun kepedulian itu tak terlihat oleh mata telanjang. Bibir yang tiada pernah lupa mengucapkan namanya agar selalu dilindungi dan hati yang selalu menebak setiap kegiatan yang ia lakukan. Sesungguhnya, rasa ini menuntutku untuk menyayanginya dengan kasih yang tulus, agar tak ada kecemburuan dan kesombongan pada hatiku. Letih, cape dengan keadaan yang diam. Jari yang mulai tak sanggup menari-nari di atas tombol-tombol demi cerita secarik kertas ini. Mata yang mulai lelah hendak beristirahat sejenak. Namun, oleh karena hati yang tetap menuntut akan menyelesaikan tulisan demi tulisan ini. Ku paksa untuk tidak memejamkan mataku dan jari-jari demi jari-jari tetap meneruskan cerita itu hingga larut malam.
Kau sosok lelaki yang kini aku banggakan terhadap teman-teman dan sahabatku. Di tengah cerita sembari ku selipkan tentangmu. Hingga mereka terpaku membisu atas antusiasnya aku menceritakan tentangmu. Namamu yang tersebutkan olehku tanpa sadar. Gambarmu yang ku perlihatkan pada mereka serta kebaikan yang aku rasakan darimu, ku bagikan pada mereka. Ternyata, walaupun aku begitu pada mereka. Ada sisi negatif yang mereka dapat dirimu, banyak pandangan demi pandangan tentangmu terdengar oleh gendang telingaku. Tetapi, rasa sayangku membuatku percaya bahwa pandangan itu salah. Sewaktu bercerita bersama mereka, aku mampu untuk lebih percaya diri mengatakan bahwa dirimu merasakan hal yang sama terhadapku. Sikap itu hanya untuk membuatku menghibur hatiku yang terbelenggu rindu.
Sebulan sudah sosokmu tak terlihat di depanku, sebulan juga aku tak tahu tentang hari-harimu. Tetapi, aku tahu bahwa kau sedang sibuk dengan tanggung jawab yang telah kau pegang. Tanggung jawab menjadi ketua penyelenggara EXPO Kampus. Sekarang aku tersadar, bahwa keinginanku untuk melupakanmu dari hatiku tak semudah membalikkan telapak tangan. Kini, aku akan belajar untuk menikmati proses rasa sayangku terhadapmu Kak. Menikmati rasa itu dengan rasa syukur dan lebih berlapang dada dengan apa yang telah aku miliki. Memilikimu di dalam diam dan terperangkap oleh sayangku padamu yang tak tahu kapan akan memudar dan pupus dari hatiku.
     Aku tak akan menunggumu untuk dapat menyayangiku, biarlah hatiku yang akan selalu bersorak-sorai oleh kasih yang ia dapat darimu. Dan biarkan hatiku untuk tetap menyayangimu karena aku merasa bahagia dapat mengenalmu. Aku mampu bertahan karena sayang. Aku berpikir dewasa oleh sayang. Rasa sayang itu menuntun langkahku untuk tetap memujamu di setiap penantianku. Penantian yang tak tahu kapan akan berakhir bahagia? Tetaplah berada dalam ruang bunga-bunga sayangku padamu. Semua ku nikmati melalui proses perjalanan yang mengajarkanku untuk menghargai setiap rasa yang ku miliki agar aku mampu menghargai diri ku sendiri dan mengasihi diriku.
“Kak..” aku hanya ingin engkau mengizinkan aku mengagumi, menyayangimu dirimu dalam diamku. Dan aku tak akan mematahkan akar-akarnya untuk tetap bertumbuh untuk tetap menyayangimu. Sayang itu terlahir oleh rasa cinta yang tulus. Cinta tulus yang ku miliki tak akan ternoda oleh sikap dan perbuatan yang akan membuatku seakan merendah dan terlihat murahan. Sebab, rasa sayang itu merupakan anugerah yang disediakan buatku menyayangimu selalu dan selalu menyayangimu dalam gelap.

GUNUNG API PURBA

Awal dimana kisah para generasi muda akan di mulai di kota pelajar ini. Dimana sikap polos dan rasa sungkan antar teman itu masih a...