Postingan

Part 9 Sharing Menggunakan Mantilla

Gambar
Shalom...Perkenalkan nama saya Resti Anifasa Pertama kali aku pakai mantilla adalah ketika aku dan temen-teman Orang Muda Katolik dapat tugas koor natal tahun 2016.  Rasanya senang banget yaaa bisa pake tudung kepala waktu misa, karena kan memang di negara kita udah hilang tradisi yang kayak begini dan perempuan Indonesia belum terbiasa dengan hal ini. Mengenakan mantilla bukan berarti kita lebih baik dari orang lain, tetapi bisa membuat kita untuk lebih concern lagi bagaimana cara berpakaian ketika kita ekaristi yaaa.  Memang Tuhan melihat hati tapi alangkah lebih baiknya sebagai manusia kita lakuin bagian kita untuk menjaga cara berpakaian kita agar lebih sopan dan tidak mengganggu orang lain. Yuk kita bisa mulai dengan langkah kecil, biar nama Tuhan semakin dimuliakan.  Tuhan memberkati 🙏 https://www.instagram.com/restianifasa/

Part 8 Sharing Menggunakan Mantilla

Gambar
Hai teman-teman muda, perkenalkan nama saya Priska Ariesta. Saya mau sedikit berbagi pengalaman saya mengenakan Mantilla. Dan inilah sharing aku iya teman-teman. Jadi awalnya aku tahu mantilla dari salah satu pewarta wanita dari Jakarta yang datang ke Bandar Lampung dalam salah satu acara kegiatan rohani. Awalnya bertanya-tanya apa yang di gunakan di atas kepala nya dan di dalam kegiatan tersebut dia menjelaskan bahwa yang ia pakai itu di sebut dengan mantilla.  Singkat cerita aku mulai cari tahu apa itu mantilla dan kenapa di gunakan.  Ternyata mantilla adalah kain penutup kepala/kerudung yang di gunakan dalam perayaan misa atau sakramen mahakudus. Selain itu mantilla ternyata dahulu nya di gunakan bagi setiap wanita yang ke gereja dan sekarang pun di beberapa negara tradisi tersebut masih menggunakan seperti di Korea salah satu negara yang masih menghidup tradisi gerejanya ini. Singkat cerita tahun 2016 kita anak anak Orang Muda Katolik Ratu Damai Lampung mendapat tugas koor untuk Ac

Part 7 Sharing Menggunakan Mantilla

Gambar
Anna Elissa, OP Saya telah setia dengan kerudung Misa. selama kurang-lebih tiga tahun. Kebanyakan orang tidak berkomentar, tetapi mereka yang didorong oleh rasa keingintahuan yang positif kemudian bertanya: “Mengapa?” Ya, mengapa saya akhirnya memutuskan untuk mengenakan kerudung Misa? Bukankah itu praktek yang sudah tua, sudah ketinggalan zaman, dan tidak diharuskan lagi setelah disahkannya Hukum Kanonik tahun 1983? Di sini saya tidak akan membahas kontroversi mengenai harus atau tidaknya mengenakan kerudung Misa pada masa ini. Bagi saya, tidak diwajibkannya kerudung Misa justru memperkuat alasan kita untuk mengenakannya atas dasar kasih kepada Yesus dalam Sakramen Mahakudus. Kasih lahir dari kehendak bebas, dan kini banyak wanita yang dengan bebas memilih untuk berkerudung Misa. Alasan mengapa saya berkomitmen mengenakan kerudung Misa berkembang seiring bertambahnya pengetahuan teologis saya, dan juga tidak lepas dari awal mula saya berkenalan dengan sepotong kain ini. Waktu itu tahu

Part 6 Sharing Menggunakan Mantilla

Gambar
Oktaviani Dalam nama Tuhan Yesus, perkenalkan saya Oktaviani. Saya akan membagikan pengalaman saya selama menggunakan mantilla.  Awalnya saya merupakan seorang anggota putri altar, hingga beberapa tahun saya menjadi putri altar saya dipertemukan dengan seorang teman yang mungkin mengajari saya untuk menjadi putri altar yang lebih baik lagi. Selama tahap pembelajaran teman saya mengusulkan agar di paroki kami menggunakan mantilla. Dari tahap tersebut kami berjuang agar mantilla tersebut bangkit kembali di  dalam Gereja Katolik tapi di mulai dengan para putri altar. Kami menyampaikan niat kami hingga ke uskup agar di setujui dengan syarat kami dapat menjaga hal tersebut. Dan Puji Tuhan kami para putri altar diperbolehkan untuk menggunakannya.  Dari pengalaman tersebut saya mendapat hal baru, saya tau berjuang menggunakan mantilla itu bagaimana. Sebenarnya awalnya saya menggunakan mantilla adalah disuruh teman saya tadi, tapi saya selalu berkata "saya belum siap" di benak saya,

Part 5 Sharing Menggunakan Mantilla

Gambar
Geralda Jennifer Odelia Hai sahabat Jenjen, apa kabar?  Eh, yang dikepalaku itu bukan taplak meja iya...Tapi namanya Mantilla. Jadi, buat teman-teman yang nggak tahu. Mantilla itu adalah kerudung yang biasa  dipakai oleh wanita Katolik saat perayaan Ekaristi/Upacara  Liturgi lain. Kalau kamu nggak punya mantilla, kamu bisa kok pakai scraf atau kain biasa untuk nutupin kepala. Nah, Umat yang masih memegang tradisi penggunaan mantilla memiliki alasan berdasar surat Rasul Paulus kepada umat di Korintus, terutama pada firman Tuhan yang tertulis di 1 Korintus11:4-10 yang mengajarkan bahwa dalam hal berdoa, dalam upacara liturgi, hendaknya berpakaian  sesuai dengan budaya yang baik, yang berlaku pada masa itu. Dimana perempuan hendaknya menggunakan tudung kepala sebagai tanda ketaatan kepada Sang Kepala, yakni Kristus. Budaya pemakaian tudung kepala bagi perempuan pada masa itu juga merupakan simbol ketaatan kepada suami atau dan ayah, sebagai kepala keluarga. Tapi, kamu nggak wajib kok untu

Part 4 Sharing Menggunakan Mantilla

Gambar
Retno Aditya Vensia Hai, sahabat muda katolik. Perkenalkan saya Retno. Saya tinggal di Sorong dan sedang menempuh pendidikan S1. Saya akan berbagi sedikit tentang tudung kepala yang akhir-akhir ini semakin banyak yang mencaritahu apa itu Mantilla. Okay, Jadi foto yang di atas ini adalah  foto terakhir kali pakai mantilla. Nah mantilla yang aku pakai ini merupakan mantilla yang bukan ukurannya pendek tapi panjang. Karena mantilla ini itu kemarin di gunakan khusus untuk bermain dalam Drama Tablo atau Drama Kisah Sengsara Yesus. Nah ini itu terakhir aku memakai mantilla di tahun lalu 2019. Dan sampai sekarang saya sudah nggak memakainya lagi karena mantilanya lupa menyimpannya  di mana. Pengalaman pertama kali saya pakai mantilla itu di waktu tahun 2016, dan itu adalah saat waktu mau bermain dalam peran drama Kisah Sengsara Yesus juga.  Nah kesan pertama itu aku rasa kayak senang bahkan bangga, nah kenapa bisa?  Yah karna waktu itu pertama kali makenya saat untuk Tablo. Dan pertanyaannya

Part 3 Sharing Menggunakan Mantilla

Gambar
Tessa Brigitta Hai, perkenalkan saya Tessa Brigitta. Saya mau berbagi pengalaman saya menggunakan Mantilla. Dulu pertama kali pakai mantilla itu saat bertugas jadi misdinar di misa mandarin, kebetulan waktu itu mungkin saya adalah putri altar pertama di bumi Borneo yang menggunakan mantilla saat bertugas, sekitar pada bulan juli 2016.  Awalnya saya merasa sangat gugup karena menjadi pusat perhatian, lumrah bagi saya karena menggunakan mantilla adalah hal yang masih asing pada saat itu, saya juga merasa kurang nyaman karena belum terbiasa menggunakan mantilla. tapi, saya mempunyai tekad dan niat yang bulat pada saat itu, untuk membawa kembali tradisi yang sudah pudar ini. saya berdoa kepada Tuhan utk membimbing saya selalu dalam memantapkan hati. seiring waktu berjalan, menggunakan mantilla sudah menjadi kebiasaan yang tidak bisa saya lepas. perasaan lebih khusuk dalam berdoa, lebih damai, lebih sopan, dan lebih memandang Tuhan dalam Ekaristi kudus adalah perasaan-perasaan yang saya ras