Rabu, 26 Februari 2020

📖 RHEMA HARI INI
Efesus 3:20 Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita,

 📌 RENUNGAN
Kalau kita bisa belajar BERGERAK SECARA PROFETIK, Tuhan akan membawa kita TERBANG TINGGI melakukan perkara-perkara yang mustahil.
D.M

GOD'S MESSAGE TODAY

Hikmat Tuhan hanya bisa diterima orang yang mau dengan rendah hati mengakui bahwa segala sesuatu merupakan karya ilahi             (Mrk. 6:1-6;).

Berbahagialah orang yang pelanggarannya diampuni Tuhan, karena dengan mengungkapkan dosa kepada Tuhan, Dia sudah mengampuni kesalahannya            
(Mzm. 32:1-2,5,6,7).

Tuhan menghendaki umat-Nya berserah penuh kepada-Nya, bukan pada pengetahuannya sendiri yang terbatas dibanding hikmat Tuhan
(2Sam. 24:2,9-17).

Menerima Tuhan dalam hidup berarti bertobat dan melakukan kehendak-Nya menjadi saksi kebaikan Tuhan (Mrk. 6:7-13).

Kemuliaan Tuhan berkuasa atas segala sesuatu di dunia milik-Nya (MT. 1Taw. 29:10,11ab,11d-12a,12bcd).

Keberuntungan dalam hidup diperoleh dengan setia melakukan kewajiban pada Tuhan: hidup menurut jalan-Nya dengan melakukan kehendak-Nya (1Raj. 2:1-4,10-12)

RENUNGKANLAH & JADILAH PELAKU FIRMAN

Hati yang tergerak oleh belas kasihan merupakan kehendak Tuhan untuk berbagi pada sesama yang menderita (Mrk. 8:1-10).

Pertobatan adalah kesadaran akan kasih Tuhan dalam setiap peristiwa hidup yang membawa keselanatan kekal (Mzm. 106:6-7a,19-20,21-22).

Tuhan menghendaki umat-Nya mempersembahkan diri hanya kepada-Nya dan menjauhkan diri dari keterikatan akan hal-hal duniawi (1Raj. 12:26-32; 13:33-34).

Selamat Memasuki Masa Retret Agung


RABU ABU
Pantang dan Puasa

Berilah sedekah dengan rela dan murah hati, berdoalah setiap saat mengalami keheningan sebab Tuhan senantiasa hadir, berpuasalah tanpa menjadi lesu maka Dia akan memberikan damai dan sukacita (Mat. 6:1-6,16-18).

Berikan diri untuk berdamai dengan Allah, agar kasih karunia-Nya tidak sia-sia pada saat hari penyelamatan-Nya tiba (2Kor. 5:20-6:2).

Pertobatan merupakan jalan menuju kerahiman Allah, dengan semangat baru menciptakan hati yang murni (Mzm. 51:3-4,5-6a,12-13,14,17).

Tuhan menyayangi umat-Nya dan menghendakinya hidup kudus dengan berpuasa, mengoyakkan hati dan berbalik kepada-Nya (Yl. 2:12- 18)

Bertobat atau Tidak Adalah Sebuah Keputusan

"Barangsiapa mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku; dan barangsiapa menolak kamu, ia menolak Aku; dan barangsiapa menolak Aku, ia menolak Dia yang mengutus Aku."
 Lukas 10:16

Pertobatan adalah sebuah keharusan bagi semua orang, bukan hanya bagi mereka yang berlaku jahat, tapi termasuk juga bagi orang percaya  (pengikut Kristus).  Mengapa?

Karena manusia dilahirkan dalam dosa dengan memiliki kecenderungan hati yang ingin selalu berbuat jahat.  Inilah yang disebut  'dosa warisan', keberadaan berdosa semua orang yang dibawa sejak lahir;  atau yang lain lebih senang memakai istilah  'dosa asal', seperti tertulis:
"Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa."
(Roma 5:12)

     Ketika kita menerima Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat berarti kita telah bertobat.  Arti bertobat bukan hanya berhenti dari segala perbuatan jahat, tetapi mengalihkan arah jalan hidup:  dari jalan yang tadinya mengarah kepada dosa berbalik kepada jalan yang benar di dalam Kristus.

Karena itu pertobatan dimulai dengan hati yang terbuka menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat, lalu menjadikan Dia sebagai Raja yang berhak memerintah atas hidup ini.

Mau bertobat atau tidak mau bertobat adalah sebuah keputusan atau pilihan hidup yang harus diambil oleh setiap orang.

Masih banyak orang menyebut diri sebagai pengikut Kristus lebih suka mengambil keputusan tidak mau bertobat, pikirnya pertobatan hanya akan mengekang ruang geraknya, tidak bisa hidup sesuka hati, tidak bisa memuaskan keinginan dagingnya.

Barangsiapa menjadi milik Kristus Yesus, ia telah menyalibkan daging dengan segala hawa nafsu dan keinginannya.
(Galatia 5:24)

     Awal pertobatan pasti terasa berat dan sakit karena pada proses ini semua kedagingan mulai dikikis.

Percayalah dengan pertolongan dan tuntunan Roh Kudus kita akan mampu melewati proses tersebut dengan kemenangan.

Selagi ada kesempatan jangan tunda-tunda waktu untuk bertobat!  Tuhan Yesus sangat mengecam keras orang-orang yang tidak mau bertobat, dengan berkata:  "celakalah!"

Hidup tanpa pertobatan hanya akan menuntun seseorang kepada kehancuran!.

Minggu, 23 Februari 2020

ORANG PERCAYA , TAMPIL SEBAGAI PEMENANG

in nömine Patris, ét Filii, ét Spiritūs Sancti   ✝
AMEN

ORANG PERCAYA: Tampil Sebagai Pemenang!
Baca:   Amsal 21:1-31

"Kuda diperlengkapi untuk hari peperangan, tetapi kemenangan ada di tangan Tuhan."
Amsal 21:31

Siapa itu pemenang?  Seorang pemenang bukanlah orang yang tidak pernah gagal atau orang yang sempurna tanpa cela atau juga orang yang tidak pernah punya persoalan dalam hidupnya.

Seorang pemenang adalah orang yang pernah gagal tapi mau bangkit dan berusaha sampai ia meraih kemenangan;  orang yang penuh ketekunan dan kesabaran melewati setiap ujian dan persoalan hidupnya tanpa keluh kesah dan persungutan, hingga ia memperoleh apa yang dijanjikan Tuhan.

Setiap anak Tuhan dirancang bukan untuk menjadi pecundang atau mengalami kekalahan dalam hidupnya.  Tetapi Alkitab menegaskan bahwa setiap orang percaya diciptakan dan dirancang Tuhan dengan potensi untuk menjadi pemenang,   "Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita."
(Roma 8:37)

     Berbicara soal kemenangan dalam hidup ini menyangkut pula tentang proses yang harus kita dijalani.  Proses yang dimaksud meliputi perjuangan, kesabaran, ketekunan, peperangan dan sebagainya.

Kita bisa belajar dari perjalanan hidup Yusuf.  Ketika ia memperoleh mimpi dari Tuhan, apakah mimpinya itu langsung menjadi kenyataan?  Tidak.  Bahkan Yusuf harus mengalami proses yang begitu panjang dan berat, yang sepertinya sangat bertolak belakang dengan mimpinya itu.

Namun ia tetap tekun, sabar dan senantiasa mengarahkan pandangannya hanya kepada Tuhan.  Kegagalan-kegagalan di masa lalu tidak menjadi ukuran bahwa seseorang akan gagal seterusnya.

     Karena itu milikilah sikap hati yang benar sehingga di segala keadaan kita tetap bisa mengucap syukur dan senantiasa berpikiran positif.

Jangan pernah menyalahkan orang lain, tapi belajarlah untuk selalu mengoreksi diri!

Tetaplah bertekun di dalam Tuhan karena kemenangan orang percaya ada di dalam Dia sepenuhnya.  Katakan dalam hati Saudara masing-masing.

Tuhan adalah terangku dan keselamatanku, kepada siapakah aku harus takut?  Tuhan adalah benteng hidupku, terhadap siapakah aku harus gemetar?"
(Mazmur 27:1)

"sebab Tuhan, Allahmu, Dialah yang berjalan menyertai kamu untuk berperang bagimu melawan musuhmu, dengan maksud memberikan kemenangan kepadamu."
Ulangan 20:4

DUSKA MINISTRY

KABAR BAIK HARI INI

Sukacita sejati diperoleh ketika seseorang mampu merendahkan hati dihadapan Tuhan untuk melakukan kehendak-Nya dengan karunia yang dianugerahkan kepadanya (Yoh 3:22-30).

Semarak bagi orang yang dikasihi Tuhan karena kerendahan hatinya melakukan kehendak-Nya (Mzm 149:1-6a,9b).

Allah mengabulkan doa mereka yang diminta menurut kehendak-Nya
(1 Yoh 5:14-21).

Maka Allah damai sejahtera, yang oleh darah perjanjian yang kekal telah membawa kembali dari antara orang mati Gembala Agung segala domba, yaitu Yesus, Tuhan kita, kiranya memperlengkapi kamu dengan segala yang baik untuk melakukan kehendak-Nya, dan mengerjakan di dalam kita apa yang berkenan kepada Nya, oleh Yesus Kristus. Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya! Amin
(Ibr 13:20,21)

TerangNya  membawa kehidupan
Hiduplah dalam terang FirmanNya. 📖

DUSKA MINISTRY

📖 RHEMA HARI INI Efesus 3:20 Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang te...